5 Aplikasi Trading di Indonesia Modal Kecil

Selasa, 10 Februari 2026 | 13:15:39 WIB
5 Aplikasi Trading di Indonesia Modal Kecil (Ilustrasi Gambar: Canva Pro)

JAKARTA – Bagi banyak orang, trading masih sering dianggap sebagai aktivitas yang hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki modal besar dan pengetahuan finansial yang tinggi. Tidak sedikit yang mengira bahwa untuk mulai trading dibutuhkan jutaan hingga puluhan juta rupiah. Padahal, anggapan tersebut sudah tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini.

Di era digital, trading justru semakin inklusif. Berkat hadirnya berbagai aplikasi finansial di Indonesia, siapa pun kini bisa mulai belajar trading hanya dengan modal kecil, bahkan di bawah Rp100 ribu. Cukup dengan smartphone dan koneksi internet, pengguna sudah bisa mengakses berbagai instrumen seperti saham, crypto, hingga emas digital.

Hal ini membuka peluang besar bagi pemula untuk belajar secara bertahap tanpa harus mengambil risiko besar di awal. Dengan modal kecil, pengguna bisa fokus memahami mekanisme trading, mengelola emosi saat harga naik turun, serta membangun kebiasaan disiplin sebelum menambah modal lebih besar.

Lalu, aplikasi trading di Indonesia apa saja yang cocok untuk modal kecil dan ramah bagi pemula? Berikut 5 rekomendasi aplikasi trading yang paling relevan.

1. Pintu – Trading Mulai Rp11 Ribu

Pintu merupakan salah satu aplikasi trading paling fleksibel di Indonesia untuk pengguna dengan modal kecil. Salah satu daya tarik utama Pintu adalah minimum transaksi yang sangat rendah. Pengguna sudah bisa mulai trading hanya dengan dana sekitar Rp11.000, sehingga sangat cocok untuk pemula yang ingin mencoba tanpa takut kehilangan banyak uang.

Yang membuat Pintu berbeda dari aplikasi trading lainnya adalah jenis aset yang tersedia. Di Pintu, pengguna bisa mengakses:

  • Crypto populer seperti Bitcoin, Ethereum, Solana, dan lainnya
  • Crypto berbasis emas seperti PAXG dan XAUT
  • Saham Amerika Serikat dalam bentuk tokenized stocks

Artinya, Pintu bukan hanya aplikasi crypto, tetapi juga aplikasi investasi multi-aset. Dalam satu platform, pengguna bisa trading crypto, emas digital, dan saham global sekaligus.

Konsep tokenized stocks memungkinkan pengguna membeli saham perusahaan besar seperti Tesla, Google, Nvidia, Apple, dan Amazon dalam bentuk aset digital. Keuntungannya, pengguna tidak perlu membeli satu saham penuh dan bisa memulai dari nominal kecil sesuai kemampuan.

Selain itu, Pintu juga memiliki tampilan yang sederhana dan mudah dipahami. Proses deposit, jual beli, dan penarikan dana dibuat sangat praktis, sehingga cocok untuk pemula yang baru pertama kali mencoba trading.

2. Stockbit – Trading Saham Lokal dari Modal Terjangkau

Stockbit menjadi salah satu aplikasi paling populer untuk trading saham Indonesia. Melalui Stockbit, pengguna bisa membeli saham-saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), termasuk saham dengan harga murah yang cocok untuk modal kecil.

Banyak saham lokal yang bisa dibeli dengan modal di bawah Rp100 ribu, tergantung harga per saham dan jumlah lot yang dibeli. Ini membuat Stockbit menjadi pilihan ideal bagi pemula yang ingin belajar trading saham tanpa harus mengeluarkan modal besar.

Keunggulan lain dari Stockbit adalah fitur komunitasnya. Pengguna bisa membaca diskusi, analisis, dan opini dari investor lain. Ini membantu pemula memahami cara berpikir pasar dan belajar dari pengalaman orang lain sebelum mengambil keputusan trading.

3. Bibit Saham – Trading Santai untuk Pemula

Bibit dikenal sebagai aplikasi investasi yang sangat ramah pemula. Untuk fitur saham, Bibit menawarkan pendekatan yang lebih sederhana dibanding aplikasi trading lain.

Dengan sistem rekomendasi otomatis, Bibit membantu pengguna memilih saham berdasarkan profil risiko. Pemula tidak perlu menganalisis grafik atau membaca laporan keuangan secara mendalam. Cukup tentukan tujuan dan profil risiko, lalu sistem akan menyarankan portofolio.

Bibit cocok untuk pengguna yang ingin mulai trading atau investasi saham dengan cara yang lebih santai dan minim stres. Meskipun tidak terlalu fokus pada trading aktif, Bibit tetap relevan bagi pemula dengan modal kecil yang ingin belajar secara bertahap.

4. IPOT (IndoPremier) – Lengkap untuk Trader Aktif

IPOT merupakan aplikasi trading dari IndoPremier yang menyediakan berbagai fitur profesional. Di IPOT, pengguna bisa mengakses grafik harga, indikator teknikal, data fundamental, hingga berbagai alat analisis lainnya.

IPOT cocok untuk pemula yang ingin belajar trading secara lebih serius. Dengan modal kecil, pengguna bisa mulai mencoba berbagai strategi, memahami pola pergerakan harga, dan belajar membaca indikator teknikal.

Meskipun fiturnya cukup kompleks, IPOT tetap bisa digunakan oleh pemula yang ingin naik level dari sekadar investor pasif menjadi trader aktif.

5. MOST (Mandiri Sekuritas) – Aman dan Terpercaya

MOST adalah aplikasi trading saham dari Mandiri Sekuritas yang didukung oleh Bank Mandiri. Aplikasi ini dikenal memiliki tingkat keamanan tinggi dan reputasi yang baik.

Bagi pemula yang mengutamakan faktor keamanan dan kenyamanan, MOST menjadi pilihan yang sangat menarik. Meskipun tidak sefleksibel Pintu dari sisi aset, MOST tetap relevan untuk trading saham Indonesia dengan modal terjangkau.

Kesimpulan

Saat ini, trading bukan lagi aktivitas yang hanya bisa dilakukan dengan modal besar. Dengan modal kecil, bahkan di bawah Rp100 ribu, siapa pun sudah bisa mulai belajar trading di Indonesia.

Namun, jika tujuan utama adalah trading dengan modal kecil dan fleksibilitas tinggi, Pintu menjadi pilihan paling praktis karena:

  • Minimum transaksi sangat rendah (mulai Rp11 ribu)
  • Tersedia banyak aset (crypto, emas digital, saham global)
  • Tampilan sederhana dan mudah digunakan

Sementara itu, Stockbit, Bibit, IPOT, dan MOST tetap menjadi pilihan solid bagi pengguna yang ingin fokus trading saham Indonesia. Yang terpenting, pemula sebaiknya memulai dari modal kecil, belajar secara konsisten, dan tidak terburu-buru mengejar keuntungan besar di awal.

Terkini