CAKAPBISNIS.COM — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) merumuskan empat langkah konkret untuk memperkuat daya tarik investasi hulu migas nasional. Empat langkah itu mencakup reformasi fiskal menyeluruh, penguatan koordinasi lintas sektor, layanan perizinan terpadu, dan penguatan kepastian hukum. Rumusan tersebut lahir dari Forum Ekonomi, Keuangan dan Komersial (FOREK) Hulu Migas 2026 di Jakarta yang berlangsung dua hari.
Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas Desti Melanti menegaskan, peningkatan daya saing investasi hulu migas Indonesia membutuhkan reformasi fiskal menyeluruh, kepastian regulasi dan hukum, serta kejelasan kewenangan antarlembaga. Pernyataan itu disampaikan Desti dalam closing remarks FOREK Hulu Migas 2026, forum yang ditutup resmi oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto.
Target produksi minyak 1 juta barel per hari menjadi batu uji utama. Menurut Desti, target itu hanya bisa dikejar jika kepastian tidak berhenti pada regulasi dan kontrak, tetapi juga mencakup pembagian peran dan tanggung jawab masing-masing pihak.
Empat Langkah Konkret Hasil FOREK Hulu Migas 2026
Rangkaian diskusi dua hari menghasilkan empat rekomendasi yang diharapkan menjadi fondasi percepatan keputusan investasi sekaligus realisasi proyek hulu migas. Keempatnya:
- Reformasi fiskal secara menyeluruh (radical fiscal reform)
- Penguatan koordinasi lintas sektor
- Penerapan layanan perizinan terpadu melalui one-stop service
- Penguatan kepastian hukum
Desti menyoroti kebutuhan layanan perizinan terpadu agar pelaksanaan proyek hulu migas berjalan lebih cepat. Ia mengingatkan, tantangan industri bukan sekadar menarik investor menanamkan modal, melainkan memastikan investasi tersebut benar-benar berujung pada produksi.
Industri hulu migas membutuhkan modal besar, waktu pengembangan panjang, serta menghadapi risiko eksplorasi dan produksi yang tinggi. Karena itu, kepastian kebijakan menjadi salah satu pertimbangan utama investor sebelum mengambil keputusan.
Geng North Jadi Modal Strategis Indonesia
Di tengah berbagai tantangan, Desti menilai Indonesia punya modal besar untuk memperkuat posisinya di industri energi global. Potensi sumber daya dan cadangan migas nasional, khususnya gas dan kondensat, dinilai menjanjikan.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah penemuan Geng North di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur. Menurut Desti, temuan itu menempatkan Indonesia pada posisi yang sangat menjanjikan dibandingkan sejumlah wilayah eksplorasi utama dunia.
"Penemuan-penemuan tersebut menempatkan Indonesia pada posisi yang sangat menjanjikan dibandingkan dengan sejumlah wilayah eksplorasi utama dunia, seperti Brasil, Norwegia, dan Guyana," jelas Desti.
Besarnya potensi harus diikuti strategi komersialisasi yang tepat. Indonesia perlu membangun permintaan gas dalam negeri agar sumber daya yang ditemukan dapat dikembangkan secara ekonomis dan memberi manfaat nyata bagi perekonomian nasional.
Tantangan Mengubah Discovery Menjadi Delivery
Desti menekankan, tantangan berikutnya adalah mengubah discovery menjadi delivery. Keberhasilan menemukan cadangan migas harus diikuti kemampuan mengembangkan lapangan, membangun infrastruktur, dan menyalurkan hasil produksi kepada konsumen.
Upaya tersebut semakin penting untuk mendukung ketahanan dan keterjangkauan energi nasional. Di titik ini, kemitraan antara industri hulu migas dan sektor keuangan menjadi salah satu faktor penentu.
Panel diskusi penutup FOREK Hulu Migas 2026 menyimpulkan, perbankan tidak hanya berperan sebagai penyedia pembiayaan bagi bisnis migas. Sektor perbankan juga berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pembangunan daerah.
Kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan lain dinilai diperlukan untuk memastikan proyek migas berjalan dari tahap penemuan hingga menghasilkan produksi.
Peserta Forum Nyaris Dua Kali Lipat dari Perkiraan
Besarnya perhatian terhadap isu investasi hulu migas tercermin dari jumlah peserta. Forum yang semula diperkirakan dihadiri 1.100 orang ternyata menarik 2.006 peserta, hampir dua kali lipat dari perkiraan awal.
FOREK Hulu Migas 2026 kali ini di-host oleh Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi (PHE). SKK Migas berharap forum tidak berhenti sebagai wadah pertukaran gagasan, dan seluruh rekomendasi akan ditindaklanjuti secara berkelanjutan untuk memperkuat iklim investasi dan daya saing hulu migas nasional.