Kemenkop Targetkan 83 Ribu Kopdes Merah Putih Serap Tenaga Kerja Desa

Minggu, 01 November 2026 | 12:04:00 WIB
Wamenkop Farida Faricha menyampaikan arah kebijakan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam dialog di program Closing Bell CNBC Indonesia.

CAKAPBISNIS.COM — Kementerian Koperasi menargetkan pembentukan 83 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai instrumen penciptaan lapangan kerja di tingkat desa. Target itu menyertai upaya penguatan rantai pasok dari desa hingga industri agar kontribusi koperasi ke ekonomi nasional ikut terdongkrak. Pada 2026, volume usaha koperasi tercatat Rp 257 triliun dengan sisa hasil usaha Rp 87 triliun.

Wakil Menteri Koperasi RI Farida Faricha menyampaikan arah kebijakan tersebut dalam dialog dengan Serliana Salsabila di program Closing Bell CNBC Indonesia. Kementerian menempatkan pembukaan lapangan kerja di KDKMP sebagai salah satu jalur untuk menekan ketimpangan antarwilayah.

Selain soal lapangan kerja, penguatan koperasi desa disebut akan memperkuat rantai pasok dari desa hingga industri. Dengan begitu, koperasi tidak berhenti sebagai entitas simpan pinjam, tetapi masuk ke alur produksi dan distribusi.

Volume Usaha Koperasi Capai Rp 257 Triliun pada 2026

Kementerian Koperasi mencatat volume usaha koperasi pada 2026 mencapai Rp 257 triliun. Sisa hasil usaha (SHU) dari sektor ini tercatat Rp 87 triliun.

Kontribusi koperasi terhadap produk domestik bruto (PDB) berada di angka 1,2%. Angka itu menjadi dasar bagi kementerian untuk mendorong skala usaha koperasi lebih besar, terutama melalui pembentukan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

Digitalisasi Jadi Kunci Pengelolaan 139 Ribu Koperasi Eksisting

Farida menyebut pengelolaan koperasi diarahkan memanfaatkan teknologi digital. Digitalisasi dipakai untuk memperkuat Online Data System (ODS) pada 139 ribu unit koperasi eksisting.

Data yang tercakup dalam sistem itu meliputi data pengurus, volume usaha, sisa hasil usaha, data Rapat Anggota (RAT), hingga jenis usaha. Untuk KDKMP, digitalisasi dilakukan lewat Simkopdes, yaitu Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa Merah Putih.

Simkopdes mencakup data kelembagaan, pengurus, pengawas, volume usaha, transaksi, sampai penyaluran distribusi subsidi pemerintah. Pendataan yang rapi dinilai penting agar penyaluran program dan pembinaan koperasi tidak tumpang tindih.

Koperasi Didorong Masuk Pasar Global Lewat Pameran Internasional

Kementerian juga mendorong transaksi koperasi menjangkau pasar global. Salah satu jalurnya lewat partisipasi koperasi dalam pameran internasional.

Sejumlah koperasi sudah merealisasikan langkah itu dengan produk unggulan berupa kopi hingga nira. Produk-produk tersebut menjadi contoh bahwa koperasi mampu bersaing di pasar ekspor bila didukung kualitas dan akses pasar.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha dan Ekonomi Desa

Bagi pelaku usaha di daerah, pembentukan 83 ribu KDKMP membuka peluang menjadi pemasok barang dan jasa bagi koperasi desa. Rantai pasok yang lebih pendek berpotensi menekan biaya distribusi.

Bagi masyarakat desa, koperasi berfungsi sebagai wadah usaha bersama sekaligus sumber pendapatan. Namun skala target yang besar menuntut kesiapan pengurus, pendampingan, dan pengawasan agar koperasi tidak berhenti di tahap pembentukan.

Kontribusi 1,2% terhadap PDB memberi gambaran ruang pertumbuhan yang masih lebar. Kuncinya ada pada kemampuan koperasi menaikkan volume usaha dan menjaga kualitas tata kelola di tingkat desa.

Terkini