Kemenkop Catat Volume Usaha Koperasi Rp 257 Triliun, SHU Rp 87 Triliun

Kemenkop Catat Volume Usaha Koperasi Rp 257 Triliun, SHU Rp 87 Triliun
Kementerian Koperasi mencatat volume usaha koperasi mencapai Rp 257 triliun dengan SHU Rp 87 triliun pada 2026.

CAKAPBISNIS.COM — Kementerian Koperasi mencatat volume usaha koperasi menembus Rp 257 triliun pada 2026, dengan sisa hasil usaha (SHU) mencapai Rp 87 triliun. Kontribusi sektor koperasi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional tercatat 1,2% dari total ekonomi. Digitalisasi dan perluasan pasar ekspor menjadi dua pilar utama di balik capaian tersebut.

Wakil Menteri Koperasi RI Farida Faricha menyampaikan capaian itu dalam dialog bersama CNBC Indonesia. Angka volume usaha Rp 257 triliun itu berasal dari data koperasi eksisting yang tercatat dalam sistem Online Data System (ODS) Koperasi. Sistem tersebut mencakup data pengurus, volume usaha, SHU, hasil Rapat Anggota, hingga jenis usaha.

Digitalisasi Jadi Fondasi Pendataan Koperasi

Kementerian Koperasi mengarahkan pengelola koperasi memanfaatkan teknologi digital dalam pengembangan bisnis. Digitalisasi dipakai untuk memperkuat ODS Koperasi yang mencakup sekitar 139 ribu unit usaha. Data yang dihimpun meliputi profil pengurus, volume usaha, SHU, hasil Rapat Anggota, dan jenis usaha masing-masing koperasi.

Untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), pendataan digital dilakukan lewat Simkopdes, yakni Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa Merah Putih. Cakupannya lebih luas: data kelembagaan, pengurus, pengawas, volume usaha, transaksi, hingga penyaluran distribusi subsidi pemerintah.

Ekspor Kopi hingga Nira Jadi Pintu Masuk Pasar Global

Kementerian Koperasi mendorong transaksi koperasi menjangkau pasar internasional melalui keikutsertaan dalam pameran dagang luar negeri. Sejumlah koperasi sudah merealisasikan langkah itu dengan produk unggulan berupa kopi hingga nira.

Partisipasi di pameran internasional menjadi jalur konkret bagi koperasi untuk keluar dari pasar domestik yang terbatas. Produk kopi dan nira dipilih karena punya permintaan ekspor yang sudah terbentuk.

Kontribusi ke PDB 1,2% dan Target 83 Ribu KDKMP

Peran koperasi terhadap ekonomi nasional tercermin dari kontribusinya ke PDB sebesar 1,2%. Angka itu menempatkan koperasi sebagai salah satu penopang ekonomi rakyat, meski porsinya masih jauh di bawah korporasi besar.

Penguatan koperasi diarahkan lewat pembentukan 83 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dengan jaringan desa yang luas, rantai pasok dari tingkat desa hingga industri diharapkan menguat. KDKMP juga diproyeksikan membuka lapangan kerja di wilayah perdesaan agar ketimpangan tidak melebar.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha Koperasi

Bagi pengurus dan anggota koperasi, data ODS dan Simkopdes yang rapi membuka akses lebih besar ke pembiayaan dan program pemerintah. Bank dan lembaga penyalur dana biasanya mensyaratkan laporan keuangan serta volume usaha yang terdokumentasi sebelum menyalurkan kredit.

Bagi pelaku usaha di sektor riil, terutama pengolahan kopi dan gula aren, keikutsertaan koperasi di pameran internasional membuka peluang kemitraan pasokan. Koperasi berperan sebagai aggregator hasil petani yang selama ini kesulitan menembus pembeli luar negeri secara langsung.

Yang perlu dicermati, capaian volume usaha Rp 257 triliun dan SHU Rp 87 triliun masih bersifat agregat nasional. Sebaran per provinsi dan per jenis usaha belum dirinci, sehingga belum terlihat koperasi sektor apa yang paling menopang angka tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index