CAKAPBISNIS.COM — Pertamina SMEXPO 2026 yang digelar di Bekasi mencatat nilai transaksi Rp3,8 miliar dengan melibatkan 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Ajang ini menjadi ruang bagi UMKM binaan perusahaan untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan bisnis, serta membuka peluang menembus pasar yang lebih luas.
Ukuran Keberhasilan yang Lebih Luas
Ketua Umum Persatuan Wanita Patra (PWP) Pusat Priscilia Simon Mantiri menilai keberhasilan pemberdayaan UMKM tidak semata-mata diukur dari besarnya nilai transaksi. Menurut dia, keberhasilan program justru tercermin dari kemampuan usaha kecil tumbuh mandiri dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan keluarga.
"Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika sebuah usaha kecil mampu tumbuh menjadi lebih mandiri. Ketika ada sebuah keluarga di balik usaha tersebut yang bisa memperoleh kehidupan yang lebih baik," kata Priscilia, Minggu (1/11/2026).
Priscilia menuturkan, pelaku UMKM membutuhkan lebih dari sekadar modal untuk mengembangkan usaha. Kesempatan, kepercayaan, serta pendampingan yang tepat dinilai menjadi faktor penting agar potensi usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.
Perempuan sebagai Penggerak Usaha Kecil
Priscilia menilai perempuan memiliki kontribusi besar dalam perkembangan UMKM. Di balik berbagai usaha kecil dan menengah, terdapat perempuan yang berperan sebagai perajin, pelaku usaha kuliner, hingga penggerak usaha rumahan. Peran itu sekaligus menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga.
Menurut dia, perempuan memiliki kreativitas, kemampuan, dan semangat untuk terus berkarya. Ketika mendapat kesempatan mengembangkan usaha, dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha itu sendiri, tetapi juga keluarga, lingkungan, hingga masyarakat yang lebih luas.
"Ketika seorang perempuan diberikan kesempatan untuk berkembang, manfaatnya tidak akan berhenti pada dirinya sendiri. Manfaat tersebut juga akan dirasakan oleh keluarganya, lingkungannya, dan masyarakat yang lebih luas," ujarnya.
Modal Menembus Pasar Global
Bagi 50 UMKM yang terlibat, SMEXPO 2026 menjadi ajang unjuk produk di depan jaringan bisnis Pertamina dan mitranya. Nilai transaksi Rp3,8 miliar menjadi sinyal awal bahwa produk usaha kecil mampu menembus pasar yang lebih luas, termasuk peluang ekspor.
Pendampingan berkelanjutan menjadi kunci agar capaian transaksi di ajang pameran tidak berhenti sebagai angka sesaat. Pelaku usaha membutuhkan akses pasar yang konsisten, kepercayaan mitra, dan pembinaan agar kapasitas produksi serta kualitas produk terjaga.
Posisi Pertamina sebagai perusahaan energi milik negara membuat program pemberdayaan UMKM memiliki jangkauan lebih luas, mulai dari wilayah operasi hingga rantai pasok perusahaan. Bagi pelaku usaha, keikutsertaan dalam ajang semacam ini membuka akses jaringan yang sulit dijangkau secara mandiri.