NeutraDC Telkom Tumbuh 17%, Pendapatan Data Center Rp 1,39 Triliun

Senin, 02 November 2026 | 17:03:01 WIB
NeutraDC mencatat pendapatan Rp 1,39 triliun hingga September 2026 atau tumbuh 17% secara tahunan.

CAKAPBISNIS.COM — NeutraDC, unit bisnis data center PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, membukukan pendapatan Rp 1,39 triliun hingga September 2026 atau tumbuh 17% secara tahunan. Lonjakan itu ditopang permintaan layanan komputasi berbasis kecerdasan buatan yang makin deras dari pelanggan korporasi.

Pendapatan Rp 1,39 triliun itu diraih NeutraDC sepanjang sembilan bulan pertama 2026, dengan pertumbuhan year-on-year (YoY) 17%. Selain pendapatan, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) unit ini melesat 35% YoY sehingga marginnya mencapai 40,9%.

Kinerja tersebut ditopang kontribusi data center di Singapura dan Cikarang. Keduanya menangguk kenaikan permintaan pelanggan terhadap layanan data center sekaligus komputasi AI melalui layanan Neutra Compute.

Mesin Pertumbuhan Baru dari Cikarang dan Singapura

Permintaan komputasi AI menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis data center Telkom. Pelanggan korporasi kian membutuhkan kapasitas pemrosesan data dalam skala besar, dan NeutraDC memposisikan diri di segmen itu lewat Neutra Compute.

Fasilitas di Cikarang berperan sebagai simpul domestik, sementara data center Singapura membuka akses ke pasar regional. Kombinasi keduanya membuat pendapatan unit ini tumbuh lebih cepat ketimbang bisnis inti Telkom secara konsolidasi.

Target Kapasitas 400 MW, Aspirasi 1 GW

NeutraDC menyiapkan ekspansi kapasitas data center hingga 400 megawatt (MW), dengan aspirasi jangka panjang menyentuh 1 gigawatt (GW). Target itu disiapkan untuk mengantisipasi tingginya permintaan pasar terhadap layanan data center.

Untuk membiayai rencana tersebut, Telkom Group tengah menjajaki kemitraan strategis. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat kapabilitas teknis, akses pasar, dan pendanaan.

Konsolidasi Telkom: Pendapatan Rp 113,5 Triliun

Di level konsolidasi, Telkom membukukan pendapatan Rp 113,5 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026, tumbuh 3,5% YoY. Bisnis Data, Internet & IT Services menjadi kontributor utama dengan kenaikan 8,3% YoY menjadi Rp 71,5 triliun.

EBITDA perseroan mencapai Rp 55,5 triliun atau tumbuh 2% YoY, dengan margin 48,9%. Laba bersih tercatat Rp 14,4 triliun dan margin laba bersih 12,7%. Adapun laba bersih normalisasi meningkat 3,9% YoY menjadi Rp 16,5 triliun dengan margin 14,6%.

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan perseroan terus menjalankan arah strategis TLKM 30 dengan fokus pada penguatan bisnis inti dan pelaksanaan transformasi yang memberikan manfaat nyata.

"Peningkatan konsumsi layanan data seiring kebutuhan terhadap layanan digital yang semakin andal menjadi peluang bagi TelkomGroup untuk mengembangkan bisnis dan meningkatkan nilai kapabilitas konektivitas serta infrastruktur yang dimiliki," ujar Nanang.

TelkomGroup, kata Nanang, menyiapkan bisnis yang lebih adaptif dan terintegrasi untuk menangkap peluang industri digital ke depan.

Empat Pilar TLKM 30 dan Belanja Modal

Pengembangan data center menjadi bagian dari strategi transformasi TelkomGroup melalui inisiatif TLKM 30. Program ini memiliki empat pilar: Operational & Service Excellence, Streamlining, Unlock Value, dan Modus-operandi Shift.

Transformasi diarahkan untuk meningkatkan efisiensi proses dan kualitas layanan, memfokuskan portofolio pada bisnis inti, mengoptimalkan nilai aset lewat monetisasi dan kolaborasi strategis, serta memperkuat peran Telkom sebagai strategic holding.

Hingga kuartal III 2026, Telkom merealisasikan belanja modal Rp 15,7 triliun dengan rasio capex terhadap pendapatan 13,8%. Sebanyak 94,3% di antaranya dialokasikan untuk segmen business-to-consumer (B2C) dan infrastruktur business-to-business (B2B) guna memperluas kapabilitas konektivitas digital.

Bagi Telkom, bisnis data center kini berperan sebagai penopang pertumbuhan di luar layanan konektivitas yang sudah matang. Dengan kapasitas yang disiapkan mencapai 400 MW, unit ini berpeluang menjadi mesin pendapatan baru di tengah gelombang kebutuhan komputasi AI di pasar domestik maupun regional.

Terkini