CAKAPBISNIS.COM — Badan Pangan Nasional mempercepat penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan ke wilayah zona 2 dan zona 3 setelah harga beras premium dan medium di kedua kawasan itu kompak naik. Langkah ini ditempuh bersama Perum Bulog dan pemerintah daerah agar pasokan cepat sampai ke pasar. Stok Cadangan Beras Pemerintah di Bulog diproyeksikan mencapai 3,8 juta ton hingga akhir 2026.
Jakarta — Kenaikan harga beras premium dan medium di sejumlah daerah memicu respons cepat Badan Pangan Nasional. Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Hermawan menyatakan lonjakan terjadi di zona 2 dan zona 3, sementara harga di zona 1 relatif terkendali.
"Langkah ini diambil menyusul kenaikan harga beras premium dan medium di zona 2 dan zona 3," kata Hermawan, dikutip dari Antara, Jumat (6/11/2026).
Ia menekankan perbedaan kondisi antardaerah menuntut respons sigap. "Harga beras premium dan medium di zona 2 dan zona 3 semuanya naik, sedangkan di zona 1 cenderung aman. Karena itu, saya meminta rekan-rekan di daerah untuk mengantisipasinya," ujarnya.
Peta Zonasi Harga Beras Bapanas
Pembagian wilayah mengacu pada tiga zonasi yang ditetapkan Bapanas. Zona 1 mencakup Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi. Zona 2 meliputi Sumatra selain Lampung dan Sumsel, Nusa Tenggara Timur, serta Kalimantan. Adapun zona 3 mencakup Maluku dan Papua.
Dari pemantauan Bapanas per 5 November, rata-rata harga beras nasional berada di level Rp16.214 per kilogram untuk kelas premium dan Rp13.715 per kilogram untuk kelas medium. Angka itu dihitung dari nilai tengah harga di tiga zonasi.
Bulog dan Satgas Pangan Diminta Bergerak
Bapanas menginstruksikan pemerintah daerah bersama Satuan Tugas Pangan Polri di 38 provinsi bersinergi dengan Perum Bulog. Seluruh pihak diminta mempercepat distribusi beras SPHP dan bantuan pangan beras dari alokasi pemerintah.
Optimisme pemerintah bertumpu pada ketahanan cadangan. Stok Cadangan Beras Pemerintah di Bulog diproyeksikan menyentuh 3,8 juta ton hingga penghujung 2026, cukup untuk menopang seluruh penyaluran program pangan.
Realisasi SPHP dan Bantuan Pangan
Penugasan SPHP dari Bapanas berjalan dalam beberapa tahap. Penugasan Tahap I pada Maret 2026 dengan target 828 ribu ton telah tuntas 100 persen disalurkan Bulog pada minggu keempat September 2026.
Penugasan tambahan pada akhir September dan pertengahan Oktober 2026 berjumlah 200 ribu ton. Hingga 5 November, penyalurannya menembus 155,3 ribu ton atau 77,6 persen dari target.
Untuk Bantuan Pangan Beras periode Oktober–Desember 2026, Bulog ditargetkan mulai menyalurkan pada November setelah program diputuskan berlanjut di triwulan terakhir.
Kepala Bapanas Jamin Stok Nasional Aman
Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan persediaan pangan nasional dalam posisi aman. Pemerintah, katanya, berkomitmen mendampingi warga yang paling membutuhkan.
"Beras harus terus dijaga kestabilannya. Kondisi global saat ini siaga waspada, namun Indonesia insya Allah aman. Pangan kita kuat, apalagi stok beras tertinggi sepanjang sejarah," kata Amran.
"Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, salurkan stok untuk kepentingan masyarakat melalui SPHP, bantuan pangan, dan program lainnya," tambahnya.
Percepatan distribusi SPHP di zona 2 dan zona 3 menjadi ujian bagi Bulog dan pemerintah daerah. Dengan stok CBP yang tebal, persoalan utama bukan ketersediaan, melainkan kecepatan barang sampai ke pasar dan konsumen di wilayah yang harga berasnya sedang menanjak.