CAKAPBISNIS.COM — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo membekali 125 siswa SMA Negeri 5 Makassar dengan pemahaman operasional kepelabuhanan melalui program Pelindo Mengajar. Materi mencakup layanan kapal, barang, peti kemas, hingga penumpang yang menopang konektivitas wilayah barat dan timur Indonesia.
Direktur Keuangan Pelindo Bachtiar Soeria Atmadja hadir langsung sebagai pemateri dalam kegiatan bertema "Dari Pelabuhan, Mengemban Layar untuk Generasi Emas". Program ini menjadi sarana perusahaan memperkenalkan peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor kepelabuhanan sekaligus membekali siswa dengan perspektif menghadapi dunia kerja.
Apa Saja yang Dipaparkan ke Siswa
Bachtiar menjelaskan rangkaian aktivitas operasional pelabuhan, mulai dari layanan kapal, barang dan peti kemas, hingga layanan penumpang. Berbagai layanan tersebut mendukung konektivitas yang menghubungkan wilayah barat dan timur Indonesia.
Dalam paparannya, Bachtiar juga memaparkan peran strategis Pelindo sebagai BUMN di sektor kepelabuhanan yang menjadi bagian dari ekosistem pengelolaan Danantara. Perusahaan menargetkan visi menjadi pemimpin ekosistem maritim terintegrasi dan berkelas dunia.
"Pelindo menghubungkan Indonesia setiap hari. Pelabuhan bukan sekadar tempat kapal bersandar, melainkan simpul konektivitas yang mendukung pergerakan barang, aktivitas ekonomi, dan pertumbuhan berbagai wilayah di Indonesia," ujar Bachtiar di Makassar, Kamis.
Mengapa Pelabuhan Perlu Dipahami Sejak Sekolah
Materi soal BUMN telah menjadi bagian pembelajaran dalam dua mata pelajaran di SMA Negeri 5 Makassar. Kehadiran Pelindo diharapkan memperkaya pemahaman siswa, khususnya mengenai sektor kepelabuhanan dan kemaritiman.
"Kegiatan Pelindo Mengajar ini untuk membuka wawasan dan memberikan inspirasi kepada generasi muda, khususnya siswa SMA Negeri 5 Makassar yang menjadi lokasi program ini," kata Bachtiar.
Pelaksana Harian Kepala SMA Negeri 5 Makassar Sudirman Kadir mengapresiasi program tersebut karena memberikan pengalaman pembelajaran langsung dari praktisi industri kepada para siswa.
Teknologi Ubah Cara Kerja di Pelabuhan
Selain memperkenalkan industri kepelabuhanan, Bachtiar mengajak siswa memahami perubahan dunia kerja seiring perkembangan teknologi. Kemampuan beradaptasi, penguasaan keterampilan, serta kolaborasi antara manusia dan teknologi disebut menjadi bekal penting generasi muda.
"Pekerjaan tidak sekadar hilang, tetapi terus berubah. Karena itu, generasi muda harus mampu beradaptasi, terus belajar, dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk berkembang," katanya.
Pada akhir pemaparannya, Bachtiar mengajak para siswa berani memiliki cita-cita besar dan konsisten memperjuangkannya sebagai bagian dari generasi penerus bangsa.