PHM Alirkan Gas 3,3 MMscfd dari Sumur JUM-101, Lampaui Target 110 Persen

Sabtu, 07 November 2026 | 17:03:01 WIB
Sumur JUM-101 di Wilayah Kerja Mahakam mulai berproduksi pada 7 November 2026.

CAKAPBISNIS.COM — PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mencatat produksi gas 3,3 juta standar kaki kubik per hari dari sumur baru JUM-101 di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur, atau 110 persen dari target awal 3 MMscfd. Capaian itu disertai tambahan produksi minyak 250 barel per hari yang turut memperkuat lifting migas nasional. Sumur JUM-101 resmi mulai berproduksi pada 7 November 2026.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Djoko Siswanto menyebut capaian PHM sebagai kabar baik bagi industri hulu migas nasional. Menurut dia, hasil itu lahir dari kerja keras, kolaborasi, dan koordinasi seluruh pihak yang terlibat dalam operasi hulu migas.

Rangkaian Pengeboran hingga Mulai Berproduksi

Pengeboran sumur JUM-101 berlangsung 20 Juli hingga 4 Agustus 2026 memakai Jack Up Rig Tasha. Setelah serangkaian tahapan teknis, sumur resmi berproduksi atau Put on Production (PoP) pada 7 November 2026 menggunakan Barge AWB Bayu Cakrawala.

Sejumlah pekerjaan teknis dilalui sebelum sumur dialirkan. Mulai dari cement log, Coiled Tubing (CT) Unload, initial perforation, hingga pemasangan Thru Tubing Ceramic Screen. Hasil clean up pada bukaan choke 36/64 inci memastikan aliran gas 3,3 MMscfd dan minyak 250 BOPD.

Arti Tambahan Produksi bagi Ketahanan Energi

Djoko menegaskan, optimalisasi produksi dari sumur-sumur baru menjadi langkah penting menjaga kinerja produksi migas nasional. SKK Migas, katanya, terus mendorong Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) mempercepat realisasi pengeboran dan mengoptimalkan potensi setiap wilayah kerja.

"Keberhasilan sumur JUM-101 yang mampu menghasilkan gas sebesar 3,3 MMscfd atau 110 persen dari target, serta tambahan produksi minyak sebesar 250 BOPD, merupakan kabar baik bagi industri hulu migas nasional, kami mengapresiasi upaya PHM dan seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga sumur ini dapat berproduksi sesuai harapan, bahkan melampaui target," ujar Djoko, Sabtu (7/11).

Setiap tambahan produksi, baik minyak maupun gas, dinilai memiliki arti penting dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional. Pernyataan itu menegaskan posisi Wilayah Kerja Mahakam sebagai salah satu penopang pasokan migas Tanah Air.

Momentum bagi PHM dan Target Lifting Nasional

Keberhasilan JUM-101 diharapkan menjadi momentum bagi PHM untuk meningkatkan kinerja operasional serta mengoptimalkan potensi sumber daya migas di Wilayah Kerja Mahakam. SKK Migas bersama seluruh KKKS memperkuat sinergi untuk menjaga keberlanjutan produksi, mendukung pencapaian target lifting, dan memberi kontribusi nyata bagi ketahanan energi Indonesia.

Bagi pembaca di sektor energi, capaian ini menunjukkan bahwa pengeboran sumur pengembangan di wilayah kerja mapan masih menyimpan potensi hasil di atas perkiraan. Realisasi 110 persen dari target menjadi indikator bahwa percepatan pengeboran yang didorong SKK Migas dapat berjalan seiring hasil produksi yang konkret.

Terkini