Bahlil Perintahkan Ekspor Energi dan Mineral Tanpa Transit, Pengamat: Hapus Pencari Rente

Sabtu, 07 November 2026 | 19:03:01 WIB
Menteri Bahlil Lahadalia menyampaikan arahan saat membuka Minerba Convex 2026 di Jakarta, Senin (2/11/2026).

CAKAPBISNIS.COM — Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia memerintahkan ekspor energi dan mineral batubara dikirim langsung ke negara tujuan tanpa transit di negara perantara. Pengamat menilai kebijakan itu baru bermakna jika praktik pencari rente yang selama ini memperpanjang rantai pasok benar-benar dihapus, bukan sekadar mengganti pemain.

Pemerintah diminta serius menjalankan rencana memangkas negara transit dalam ekspor energi dan mineral. Pengajar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Emir Chairullah, menilai isu ini bukan hal baru dan kerap berhenti di tengah jalan. Menurut dia, akar masalahnya adalah praktik pencari rente yang menempel di jalur perdagangan luar negeri Indonesia.

Perintah Bahlil di Minerba Convex 2026

Keinginan ekspor tanpa transit disampaikan Bahlil saat membuka Minerba Convex 2026 di Jakarta, Senin (2/11/2026). Bahlil yang juga menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu meminta tidak ada lagi pengiriman sumber daya alam sektor ESDM yang mampir ke negara tertentu.

"Saya perintahkan, jangan lagi ada pengiriman sumber daya alam lewat transit negara tertentu. Enggak boleh lagi sumber daya alam dari sektor ESDM, mau kirim barang ke China, tidak boleh mampir di negara yang itu. Langsung saja," ujarnya.

Instruksi itu menyasar ekspor LNG. Bahlil meminta Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM serta Kepala SKK Migas mengirim LNG langsung ke negara tujuan, termasuk ke Jepang dan Korea. Dia menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk kedaulatan Indonesia yang tidak bisa ditawar.

Singapura Raup Untung dari Rantai Pasok

Data memperlihatkan betapa besar nilai yang lewat Singapura. Total ekspor negara itu pada 2025 mencapai 739,4 miliar dollar Singapura atau sekitar 576 miliar dollar AS, dengan impor 658,3 miliar dollar Singapura atau 513,2 miliar dollar AS.

Singapura juga tercatat mengekspor bahan bakar minyak senilai 56,1 miliar dollar AS pada 2024, menurut Observatory Economic Complexity. Tanpa punya minyak mentah sendiri, negara itu menjadi pengekspor BBM terbesar ketiga dunia. Tujuan utamanya justru Indonesia dengan nilai 11,4 miliar dollar AS, disusul Malaysia 8,9 miliar dollar AS dan Australia 6,44 miliar dollar AS.

Emir menyebut posisi itu lahir dari rantai pasok yang sengaja diperpanjang. "

Terkini