Pertamina Tetapkan 9 Startup Terbaik Pertamuda 2026, Energi dan Teknologi Dominan

Minggu, 08 November 2026 | 17:02:31 WIB
Pemenang TOP 3 Pertamuda Seed and Scale 2026 menerima penghargaan pada acara Final dan Awarding di The Patra Bali, Kamis (5/11/2026).

CAKAPBISNIS.COM — PT Pertamina (Persero) menetapkan sembilan pemenang TOP 3 Pertamuda Seed and Scale 2026 dalam acara puncak Final dan Awarding di The Patra Bali, Kamis (5/11/2026). Kompetisi yang berjalan sejak tahap kurasi itu menyaring ratusan peserta hingga menyisakan 15 finalis di babak Final Pitch. Para pemenang mendapat pendampingan, akses pendanaan, hingga peluang terhubung dengan ekosistem startup global.

Penetapan pemenang dibagi ke dalam tiga kategori. Kategori Early-Stage Startup menempatkan Robotku School dari Universitas Indonesia di posisi teratas, disusul Apros dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan Aigra dari Universitas Negeri Surabaya.

Kategori Energy Founder subkategori Energy Optimization diisi Popipo dari Institut Teknologi Bandung, Spectamate dari Universitas Indonesia, dan Node Fabless Semiconductor Company dari Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang. Sementara subkategori Energy Future memilih Zero Pome dari Universitas Indonesia, Aio PestGuard dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, dan Aquasweep dari University of Toronto, Kanada.

Perjalanan Finalis dari Kurasi hingga Final Pitch

Peserta menempuh seleksi berlapis sebelum mencapai panggung final. Tahapan dimulai dari kurasi yang memilih TOP 100, dilanjutkan babak Elevator Pitch untuk memperebutkan posisi TOP 60, lalu Bootcamp yang menyisakan TOP 30.

Dari jumlah itu, 15 finalis terpilih untuk tampil di babak puncak Final Pitch. Sembilan nama terbaik kemudian ditetapkan sebagai TOP 3 di masing-masing kategori.

Pertamina: Kesuksesan Diukur dari Bisnis yang Tumbuh

Vice President Stakeholder Relations and Management PT Pertamina (Persero) Rifky Rakhman Yusuf menegaskan bahwa penghargaan malam itu bukan tolok ukur utama keberhasilan peserta. Menurutnya, capaian sesungguhnya terlihat dari perkembangan usaha setelah program berakhir.

"Malam ini kita memberikan penghargaan kepada 9 pemenang. Saya mengucapkan selamat untuk para pemenang. Namun sejatinya, kesuksesan Pertamuda tidak diukur dari piala malam ini saja, melainkan dari ilmu yang diperoleh, jaringan yang terjalin, dan bisnis yang terus tumbuh setelah program ini," ujar Rifky.

Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita menambahkan, para finalis TOP 60 juga memperoleh modal yang tidak kalah penting meski tidak masuk tiga besar. Pengetahuan, pengalaman, dan jejaring dinilainya lebih berharga daripada posisi dalam kompetisi.

"Saya ingin menyampaikan bahwa perjalanan kalian tidak berakhir malam ini. Bagi sembilan pemenang yang menerima penghargaan, jadikan pencapaian ini sebagai awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengembangkan bisnis dan menghadirkan dampak yang lebih luas," ujar Arya.

Dukungan Lanjutan untuk Para Pemenang

Sembilan pemenang TOP 3 berkesempatan mengembangkan inovasi bisnis mereka melalui dukungan Pertamina. Bentuknya mencakup pendampingan, pengembangan kapasitas, akses pendanaan, jejaring kolaborasi, hingga peluang terhubung dengan ekosistem startup global.

Daftar pemenang menunjukkan dominasi ide dari kampus dalam negeri. Universitas Indonesia menempatkan tiga wakilnya, sementara Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Negeri Surabaya, dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya masing-masing menyumbang satu nama.

Dua finalis berasal dari kampus luar negeri, yakni Ritsumeikan Asia Pacific University di Jepang dan University of Toronto di Kanada. Kehadiran keduanya memperluas jangkauan jejaring kompetisi hingga ke diaspora pelajar Indonesia.

Apa Artinya bagi Ekosistem Startup Energi

Kompetisi ini menyasar dua bidang yang tengah menjadi prioritas pemerintah dan korporasi: transisi energi dan optimalisasi teknologi. Subkategori Energy Optimization dan Energy Future menampung gagasan seputar efisiensi energi hingga sumber energi baru.

Bagi pelaku usaha rintisan, dukungan akses pendanaan dari perusahaan energi pelat merah menjadi jalur alternatif di tengah ketatnya pendanaan modal ventura. Skema pendampingan korporasi seperti ini juga membuka peluang kemitraan komersial lebih cepat dibanding jalur pendanaan konvensional.

Pertamina belum merinci besaran dana yang disiapkan untuk para pemenang maupun bentuk kerja sama lanjutan setelah program berakhir. Perusahaan hanya menyebut dukungan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing startup.

Terkini