Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Bidik Proyek Migas Irak

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Bidik Proyek Migas Irak
Penandatanganan MoU Pertamina Drilling dan Halliburton Worldwide Limited di Indonesia Pavilion, ADIPEC 2026, Abu Dhabi.

CAKAPBISNIS.COM — PT Pertamina Drilling Services Indonesia menggandeng Halliburton Worldwide Limited untuk menjajaki proyek jasa pengeboran migas di Irak. Kemitraan dengan perusahaan jasa migas global itu ditandatangani di sela ADIPEC 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, sebagai lanjutan MoU induk Pertamina dan Halliburton Indonesia pada 18 Februari 2026.

Abu Dhabi — Ekspansi bisnis jasa migas Indonesia ke Timur Tengah bergerak satu langkah lebih konkret. PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menandatangani nota kesepahaman dengan Halliburton Worldwide Limited di Indonesia Pavilion, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, dalam rangkaian Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) 2026.

Penandatanganan itu memperjelas arah kolaborasi kedua perusahaan, dari sebelumnya bersifat umum menjadi terarah pada peluang operasional hulu migas di Irak. Bagi Pertamina Drilling, langkah ini menjadi bagian dari strategi memperluas bisnis non-captive, mengembangkan portofolio layanan, dan meningkatkan penetrasi pasar internasional.

Lanjuat MoU Induk Pertamina–Halliburton

Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita menyatakan, kesepakatan terbaru merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara PT Pertamina (Persero) dan PT Halliburton Indonesia yang diteken pada 18 Februari 2026. MoU induk itu menjadi payung bagi kerja sama teknis di tingkat anak perusahaan.

"Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang telah ditandatangani antara PT Pertamina (Persero) dan PT Halliburton Indonesia pada 18 Februari 2026," ujar Avep, Kamis (5/11/2026).

Menurut Avep, MoU baru membuat komitmen kedua pihak lebih spesifik. Fokusnya mendukung kegiatan operasional migas sekaligus mengembangkan peluang bisnis di Irak.

"Melalui MoU terbaru ini, Pertamina Drilling bersama Halliburton memperkuat komitmen kerja sama yang lebih spesifik dan terarah, khususnya dalam mendukung kegiatan operasional migas serta pengembangan peluang bisnis di Irak," kata Avep.

Ruang Lingkup: Rig dan Non-Rig Services

Kerja sama mencakup penjajakan bisnis Rig Services dan Non-Rig Services untuk menopang kegiatan hulu migas di Irak. Kedua perusahaan akan membahas aspek teknis dan komersial, mengidentifikasi proyek potensial, serta menyusun skema kerja sama sesuai kebutuhan operasional dan regulasi setempat.

Pembahasan teknis dan komersial itu menjadi tahap krusial. Sebab, skema kerja sama di sektor hulu migas sangat bergantung pada karakter lapangan, kebutuhan peralatan, dan aturan yang berlaku di negara tujuan.

Mengapa Irak Jadi Sasaran

Irak merupakan salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia dan terus menggenjot kegiatan pengeboran untuk mempertahankan produksi. Kebutuhan jasa pengeboran di sana membuka ruang bagi penyedia layanan dari luar negeri, termasuk perusahaan Indonesia yang ingin memperluas pasar.

Kolaborasi dengan Halliburton dipilih karena perusahaan asal Amerika Serikat itu memiliki jaringan dan pengalaman operasional di kawasan Timur Tengah. Bagi Pertamina Drilling, bermitra dengan pemain global memperpendek kurva pembelajaran saat masuk ke pasar baru.

Langkah ini juga mempertegas posisi Pertamina Drilling sebagai bagian dari rantai nilai energi nasional yang tidak hanya melayani kebutuhan internal grup, tetapi mulai bersaing di pasar internasional. Keberhasilan menembus Irak akan menjadi tolok ukur kemampuan perusahaan jasa migas dalam negeri bersaing di tingkat global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index