CAKAPBISNIS.COM — Kepolisian Republik Indonesia menggeledah empat lokasi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang diduga menjadi basis produksi dan distribusi tinta Epson palsu. Operasi pada 30 Oktober 2026 itu menyita tinta jadi, botol kosong, label palsu, hingga dua mobil van pengiriman. Bagi rantai pasok, temuan ini menandai titik rawan baru: pemalsuan produk bermerek yang menyusup ke jalur distribusi ritel.
Penggeledahan serentak dipilih agar barang atau dokumen tidak dipindahkan sebelum petugas melakukan pemeriksaan. Informasi dari tiap lokasi ditelaah sebagai satu rangkaian penyelidikan, bukan temuan yang berdiri sendiri.
Barang Bukti: Botol Kosong hingga Van Pengiriman
Petugas mengamankan tinta palsu dalam jumlah besar serta botol-botol kosong yang diduga disiapkan sebagai wadah produk. Polisi juga menyita label palsu dan bahan kemasan yang dipakai membuat barang tampak menyerupai produk bermerek.
Peralatan produksi dan pengemasan ikut diamankan, bersama dua mobil van yang diduga digunakan untuk pengiriman. Namun, penyidik belum merinci jumlah tinta, jenis peralatan, maupun tujuan pengiriman kedua kendaraan tersebut.
Dalam operasi itu, petugas mengamankan pemilik usaha yang diduga mengoperasikan bisnis ilegal. Status hukum yang bersangkutan masih harus diuji melalui penyidikan dan proses pengadilan.
Lebih dari 20 Orang Dimintai Keterangan
Polisi membawa lebih dari 20 orang untuk dimintai keterangan guna menelusuri hubungan antara barang, kegiatan produksi, pengemasan, dan pengiriman. Mereka tidak dinyatakan sebagai tersangka dalam informasi yang disampaikan kepolisian.
Sebanyak lebih dari 16 personel kepolisian terlibat dalam operasi, termasuk enam personel ahli siber. Kehadiran tenaga digital menunjukkan penyelidikan juga menyasar jejak elektronik, mulai dari cara jaringan berkomunikasi hingga mengatur distribusi.
Investigasi 18 Bulan dan Apresiasi Epson
Operasi di Jakarta merupakan tindak lanjut investigasi yang berlangsung lebih dari 18 bulan. Rentang waktu itu menunjukkan pengungkapan jaringan tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui penyelidikan panjang atas dugaan produksi dan penyaluran produk palsu.
Epson menyampaikan apresiasi atas dedikasi, profesionalisme, dan kegigihan kepolisian selama penyelidikan. Penghargaan ditujukan kepada aparat yang menjalankan investigasi hingga operasi dapat dilakukan.
Dampak bagi Pelaku Distribusi dan E-commerce
Temuan ini menyoroti celah yang kerap dihadapi pelaku rantai pasok: produk palsu bisa masuk lewat jalur distribusi yang tampak normal, terutama lewat penjualan daring dan toko ritel kecil. Bagi pemilik bisnis e-commerce, risiko terbesar bukan hanya kerugian penjualan, tetapi juga rusaknya kepercayaan pembeli terhadap produk bermerek.
Bagi konsumen dan pelaku usaha, kasus ini menegaskan pentingnya penelusuran asal barang dalam rantai pasok. Produk tinta palsu yang dikemas menyerupai aslinya sulit dikenali tanpa pemeriksaan kemasan dan label.
Penyidik masih mendalami peran masing-masing pihak serta keterkaitan keempat lokasi. Seluruh barang yang diamankan akan diperiksa untuk mengklarifikasi rangkaian kegiatan, termasuk bagaimana tinta disiapkan, dikemas, dan disalurkan.