Indonesia-Turki Kejar Perdagangan US$10 Miliar, PTA Masuk Kajian

Indonesia-Turki Kejar Perdagangan US$10 Miliar, PTA Masuk Kajian
Wamenperdag Dyah Roro Esti Widya Putri dan Mendag Turki Omer Bolat membahas target perdagangan bilateral US$10 miliar di Istanbul.

CAKAPBISNIS.COM — Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dan Menteri Perdagangan Turki Omer Bolat membahas target perdagangan bilateral senilai US$10 miliar atau sekitar Rp 181 triliun. Pertemuan di Istanbul itu juga menjajaki pembentukan Preferential Trade Agreement sebagai jalur perluasan akses pasar kedua negara.

Pembahasan berlangsung di sela-sela rangkaian kegiatan B57+ di Istanbul. Selain target nilai perdagangan, kedua pihak membicarakan penguatan investasi timbal balik, peningkatan keterlibatan pelaku usaha, serta pengembangan produk yang saling melengkapi.

Dyah Roro Esti Widya Putri menilai kedekatan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menjadi landasan penguatan kerja sama ekonomi. Indonesia menyatakan terbuka pada pengaturan perdagangan bertahap dengan mempertimbangkan kepentingan ekonomi kedua pihak.

"Kami ingin hubungan baik ini dapat diwujudkan melalui peluang perdagangan dan investasi yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara," ujar Roro, dikutip Rabu (4/11/2026).

Apa Itu Preferential Trade Agreement

PTA adalah kesepakatan dagang antara dua negara atau lebih untuk memberi perlakuan khusus berupa penurunan tarif bea masuk pada produk tertentu. Negara yang meneken PTA sepakat mengenakan tarif impor lebih murah untuk komoditas tertentu dibandingkan tarif yang berlaku bagi negara lain.

Bagi Indonesia, skema semacam ini menjadi opsi memperluas pasar ekspor tanpa harus langsung masuk ke perjanjian perdagangan bebas yang cakupannya lebih luas. Pendekatan bertahap dinilai lebih menjaga ruang fiskal dan perlindungan industri dalam negeri.

"PTA dapat menjadi salah satu opsi untuk mendorong hubungan perdagangan yang lebih erat. Namun, yang terpenting adalah bagaimana pengaturan tersebut nantinya dapat memberikan manfaat bagi industri dan pelaku usaha di kedua negara," jelas Roro.

Turki Soroti Dampak ke Industri Domestik

Omer Bolat menekankan pentingnya menghitung dampak pembukaan pasar terhadap industri dalam negeri, penciptaan lapangan kerja, serta keseimbangan perdagangan dan pembayaran. Turki melihat perdagangan produk komplementer sebagai pendekatan untuk mempererat hubungan ekonomi tanpa mengorbankan kepentingan industrinya.

Menanggapi hal itu, Roro menyebut Indonesia berpotensi menjadi pemasok bahan baku dan barang antara bagi industri Turki. Produk Indonesia dapat dimanfaatkan mendukung proses produksi, memperkuat rantai pasok, serta menaikkan daya saing industri Turki.

Posisi sebagai pemasok bahan baku memberi nilai tambah tersendiri bagi eksportir dalam negeri. Permintaan yang stabil dari industri manufaktur Turki bisa menjadi pasar alternatif di tengah tekanan permintaan dari pasar tradisional.

Investasi dan Pertahanan Jadi Fondasi

Kedua pihak juga membahas peluang penguatan investasi timbal balik. Pengembangan investasi dinilai dapat memperluas hubungan ekonomi melalui kemitraan produksi, penguatan keterkaitan industri, dan penciptaan peluang usaha di kedua negara.

Pengalaman kerja sama di berbagai bidang, termasuk pertahanan, menjadi fondasi positif untuk memperluas kemitraan bilateral. Roro menekankan pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam menindaklanjuti peluang yang telah dibahas pemerintah.

Wadah Baru untuk Pelaku Usaha

Indonesia dan Turki turut membahas kemungkinan pembentukan High Level Business Council sebagai wadah komunikasi dan koordinasi antarpelaku usaha. Gagasan ini diharapkan menjadi ruang mengidentifikasi sektor prioritas, mempertemukan mitra potensial, serta mendukung pengembangan kerja sama ekonomi kedua negara.

Bagi kalangan pengusaha, forum semacam ini membuka jalur langsung untuk memetakan mitra dagang dan peluang investasi tanpa harus menunggu kesepakatan antarnegara rampung. Pembahasan PTA sendiri masih berupa penjajakan, belum masuk tahap perundingan formal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index